Setiap daerah mempunyai tradisi yang menjadi ciri khas masyarakatnya. Di Desa Gesikan, salah satu tradisi yang dahulu sering dilakukan adalah menyiapkan borampe dalam berbagai kegiatan adat.
Borampe merupakan seperangkat perlengkapan yang digunakan dalam pelaksanaan acara tradisional. Perlengkapan tersebut dapat berupa berbagai jenis makanan, minuman, serta kelengkapan lain yang mempunyai fungsi dan makna tertentu.
Pada masa lalu, masyarakat berusaha menyiapkan borampe secara lengkap. Setiap jenis makanan atau perlengkapan yang disajikan biasanya mempunyai simbol dan pesan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
Namun, seiring dengan perubahan zaman, kelengkapan borampe mulai berkurang. Masyarakat saat ini sering kali hanya menyediakan beberapa jenis makanan, seperti nasi uduk dan ingkung.
Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti keterbatasan waktu, biaya, perubahan gaya hidup, serta kurangnya pengetahuan mengenai makna dari setiap perlengkapan borampe.
Apabila masyarakat hanya memahami borampe sebagai sajian makanan, tradisi tersebut akan kehilangan nilai pentingnya. Padahal, di dalam borampe terdapat pesan mengenai rasa syukur, kebersamaan, penghormatan, dan harapan untuk memperoleh keselamatan.
Pelestarian borampe tidak harus dilakukan dengan cara yang memberatkan masyarakat. Hal terpenting adalah mendokumentasikan jenis-jenis perlengkapan, tata cara penyajian, dan makna yang terkandung di dalamnya.
Tokoh masyarakat dan para sesepuh desa dapat dilibatkan untuk memberikan penjelasan kepada generasi muda. Informasi tersebut dapat disampaikan melalui kegiatan sekolah, pertemuan warga, festival budaya, ataupun media sosial desa.
Pemerintah desa juga dapat membuat dokumentasi berupa buku, video, foto, atau arsip digital. Dokumentasi tersebut penting karena sebagian besar pengetahuan mengenai borampe masih tersimpan dalam ingatan masyarakat yang lebih tua.
Borampe merupakan bagian dari kekayaan budaya Gesikan. Meskipun bentuknya dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu terus dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


