Selain kisah Panembahan Bodho, masyarakat Gesikan juga mengenal cerita mengenai istrinya yang disebut Nyai Brintih. Dalam cerita yang berkembang secara turun-temurun, Nyai Brintih mempunyai nama Dewi Dowo Rinjani.
Nyai Brintih dipercaya sebagai putri Pangeran Singasari dan masih memiliki hubungan keturunan dengan keluarga Mataram. Setelah meninggalkan lingkungan kerajaan, ia disebut menjalani perjalanan dan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupannya.
Menurut sejarah lisan masyarakat, para santri kemudian memberinya nama Sopiah. Namun, perjalanan hidupnya tidak selalu berjalan dengan mudah. Ia dikisahkan melakukan pengembaraan setelah mengalami pertentangan dan meninggalkan kehidupan kerajaan.
Dalam masa pengembaraannya, Dewi Dowo Rinjani disebut mempelajari ilmu hitam. Ia juga diceritakan pernah melakukan perlawanan terhadap kekuasaan kerajaan Demak dan Mataram.
Perjalanan tersebut akhirnya mempertemukannya dengan Sunan Kalijaga. Dalam cerita masyarakat, Sunan Kalijaga membantu melepaskan ilmu hitam yang dimilikinya.
Proses pelepasan ilmu tersebut dipercaya menyebabkan rambut Dewi Dowo Rinjani menjadi keriting. Dari peristiwa itulah ia kemudian dikenal dengan nama Nyai Brintih atau Nyai Berintih.
Kisah Nyai Brintih telah menjadi salah satu cerita yang menarik perhatian masyarakat. Cerita mengenai dirinya bahkan pernah diangkat dalam tayangan televisi, sehingga semakin dikenal oleh masyarakat di luar wilayah Gesikan.
Namun, kisah Nyai Brintih perlu dipahami sebagai bagian dari sejarah lisan yang berkembang di tengah masyarakat. Cerita lisan dapat memiliki beberapa versi karena diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Meskipun demikian, kisah tersebut tetap mempunyai nilai penting. Perjalanan Nyai Brintih menggambarkan perubahan hidup, proses meninggalkan masa lalu, serta pertemuan dengan tokoh agama yang membawa perubahan dalam dirinya.
Cerita Nyai Brintih perlu terus didokumentasikan dengan melibatkan sesepuh, tokoh agama, budayawan, dan pakar sejarah. Dengan demikian, masyarakat dapat membedakan antara fakta sejarah, legenda, dan nilai moral yang terkandung di dalam cerita.
Merawat sejarah bukan hanya mencatat nama dan peristiwa. Hal yang lebih penting adalah memahami nilai yang diwariskan oleh para pendahulu. Dari kisah Nyai Brintih, masyarakat dapat mempelajari tentang perjalanan hidup, perubahan diri, serta pentingnya memperoleh bimbingan menuju kehidupan yang lebih baik.


