Desa Gesikan memiliki berbagai adat istiadat dan kebudayaan yang masih dipertahankan oleh masyarakat. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dari identitas desa sekaligus menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.
Salah satu tradisi yang masih dijalankan adalah nyadran di Makam Sewi. Nyadran merupakan kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk mendoakan para leluhur serta membersihkan area makam.
Kegiatan nyadran biasanya dilaksanakan secara bersama-sama. Masyarakat datang membawa perlengkapan yang diperlukan, membersihkan makam, membaca doa, dan mengenang jasa para pendahulu.
Tradisi ini mengajarkan pentingnya menghormati leluhur dan memahami perjalanan sejarah desa. Nyadran juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk membangun kebersamaan dan memperkuat semangat gotong royong.
Selain nyadran, masyarakat Gesikan juga memiliki tradisi keagamaan berupa pembagian takjil bubur di Masjid Kauman. Bubur tersebut dibagikan kepada masyarakat sebagai hidangan berbuka puasa atau dalam kegiatan keagamaan tertentu.
Tradisi lain yang masih berkembang adalah shalawat radat dan shalawat maulid. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi media untuk mempererat hubungan sosial masyarakat.
Shalawat biasanya dibacakan secara bersama-sama dengan iringan seni tradisional. Oleh karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga mengandung unsur seni dan kebudayaan.
Berbagai tradisi di Gesikan mempunyai nilai yang lebih dalam daripada sekadar kegiatan rutin. Di dalamnya terdapat pesan tentang kebersamaan, kepedulian, penghormatan kepada leluhur, dan ketaatan dalam menjalankan ajaran agama.
Tradisi-tradisi tersebut perlu dikenalkan kepada generasi muda. Tanpa proses pewarisan, kebiasaan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun berisiko semakin berkurang bahkan menghilang.
Melestarikan budaya tidak berarti menolak perkembangan zaman. Masyarakat dapat menyesuaikan bentuk pelaksanaannya dengan kondisi masa kini tanpa menghilangkan nilai dan makna utama yang terkandung di dalamnya.


